Dipantau, Potensi Bahaya Ikutan Gempa M7,4 Laut Flores di NTT

Badan Geologi sedang memantau ada tidaknya perubahan aktivitas gunung api yang berdekatan dengan sumber gempa M7,4 di Laut Flores, NTT, yang terjadi pada Selasa lalu, 14 Desember 2021. Di antara gunung api itu adalah Gunung Ile Lewotolok di Lembata yang saat ini berstatus Siaga–satu level di bawah Awas.

Diharapkan pula gempa kuat pada Selasa tak sampai memicu pergerakan segmen gempa lain di sekitarnya. Termasuk sesar gempa pemicu tsunami 1992. “Ini kegempaannya cukup besar, biasanya di beberapa kasus bisa mengajak segmen atau sumber gempa lainnya. Tapi harapan kita, jangan,” kata Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami di Badan Geologi, Supartoyo, Rabu 15 Desember 2021.

Supartoyo juga mengungkapkan bahwa frekuensi gempa susulan terekam masih cukup tinggi hingga hari ini. Dia memprediksi gempa susulan masih akan terus terjadi cukup panjang, seperti yang pernah terjadi dengan gempa Palu pada 2008 lalu yang memiliki magnitudo setara.

“Biasanya gempa dengan kekuatan 7,5–BMKG telah memperbarui data kekuatan gempa itu menjadi 7,4–ini kan cukup besar, mungkin patahan yang bergerak itu 15 kilometer dan itu perlu waktu,” kata Supartoyo.

Dia meminta warga tidak panik dengan ancaman gempa-gempa susulan itu karena kekuatannya dipastikan tak akan sebesar yang utama. Kewaspadaan hanya diperlukan oleh mereka yang rumahnya sudah mengalami keretakan atau retak parah. “Akibat guncangan gempa susulan itu dikhawatirkan bisa merobohkan rumah,” kata dia.

Supartoyo mengatakan, Badan Geologi akan mengirimkan tim tanggap darurat ke daerah terdampak gempa Laut Flores itu. Salah satu tugasnya mengidentifikasi bahaya-bahaya ikutan lainnya seperti retakan tanah, longsor, dan likuifaksi yang ada di pulau-pulau di NTT.

Kepada pemerintah daerah yang berdekatan dengan potensi gempa besar seperti di Laut Flores disarankannya untuk menyiapkan mitigasi bencana tsunami. Mitigasi struktural meliputi persiapan tempat dan jalur evakuasi warga. Non struktural seperti peningkatan kesiapan masyarakat dan pemerintah daerah setempat untuk menghadapi bencana alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.