Jelang Usia 40 Tahun, Cegah Penuaan Dini dengan 5 Tips Sehat

Pernahkah Anda merasa kaku di bagian leher dan atau lelah kehabisan energi. Ini adalah tanda-tanda akut dari penuaan yang tidak terkendali atau dengan kata sederhana membiarkan penuaan berjalan dengan sendirinya tanpa memeriksanya. Secara biologis, penuaan dimulai ketika tubuh Anda mulai menurun. Ini bisa dimulai pada usia 30-an atau bahkan akhir 30-an atau awal 40-an.

Tidak ada yang tahu mengapa tubuh bertambah tua tetapi pada usia tertentu semua orang menyesal mengabaikan kesehatan dan kebiasaan mereka dan memberikan ruang bebas untuk penuaan. Melansir laman Times of India, berikut ini beberapa tips mencegah penuaan dini dan jika diikuti secara rutin dapat membuka jalan menuju penuaan yang sehat.

1. Aktivitas fisik

Menurut National Institute of Aging (NIA), Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat, olahraga dan aktivitas fisik adalah landasan dari hampir setiap program penuaan yang sehat. “Bukti ilmiah menunjukkan bahwa orang yang berolahraga secara teratur tidak hanya hidup lebih lama, mereka hidup lebih baik. Dan, aktif secara fisik — melakukan aktivitas sehari-hari yang membuat tubuh Anda tetap bergerak, seperti berkebun, mengajak anjing jalan-jalan, dan naik tangga alih-alih lift — dapat membantu Anda terus melakukan hal-hal yang Anda sukai dan tetap mandiri seiring bertambahnya usia,” bunyi keterangan NIA.

2. Yoga

Meskipun banyak yang menganggapnya sebagai bentuk aktivitas fisik, Yoga lebih merupakan pendekatan kebugaran holistik untuk kesehatan, dan pertumbuhan spiritual tubuh manusia. Ini adalah bentuk disiplin spiritual yang membawa keselarasan antara pikiran dan tubuh. Kata ‘Yoga’ berasal dari akar bahasa Sansekerta ‘Yuj’, yang berarti ‘bergabung’ atau ‘menyatukan’ atau ‘menyatu’. “Sesuai dengan kitab suci Yoga, praktik Yoga mengarah pada penyatuan kesadaran individu dengan kesadaran individu. Kesadaran Universal, menunjukkan harmoni yang sempurna antara pikiran dan tubuh, Manusia & Alam,” kata Dr Ishwar V Basavaraddi, Direktur Morarji Desai National Institute of Yoga (MDNIY). Pikiran yang sehat adalah kunci dari tubuh yang sehat.

3. Tidur

Setiap individu, terutama mereka yang berusia di atas 18 tahun, harus tidur setidaknya selama 7 jam, kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). “Meskipun jumlah tidur yang Anda dapatkan setiap hari itu penting, aspek lain dari tidur Anda juga berkontribusi pada kesehatan dan kesejahteraan Anda. Kualitas tidur yang baik juga penting,” katanya.

4. Makan Sehat

Setelah Anda mencapai usia 40-an, Anda perlu mengikuti pola makanan yang dapat memberi Anda kesehatan, nutrisi, dan kepuasan. Piring makanan Anda harus lebih bervariasi dari sebelumnya dan sebagai individu yang sekarang bertujuan untuk penuaan yang sehat, Anda perlu memperhatikan apa yang masuk ke dalam tubuh Anda. Sertakan antioksidan untuk makanan Anda karena ini telah terbukti bermanfaat melawan penyakit jantung dan kanker. Tingkatkan asupan air Anda untuk membuang racun dan meremajakan kulit serta mengurangi asupan lemak Anda. Atau jika Anda memiliki kondisi medis atau sedang dalam pengobatan, silakan ikuti saran dari dokter Anda dan siapkan bagan diet yang disesuaikan.

5. Pemeriksaan Berat Badan

Meskipun mengadopsi kebiasaan sehat adalah praktik yang baik, Anda juga harus memperhatikan berat badan. Seseorang tidak boleh masuk ke asumsi yang salah bahwa kurus itu sehat, sebaliknya orang harus memahami indeks massa tubuh (BMI) optimal yang diperlukan untuk usia tertentu. Sesuai studi penelitian yang dilakukan pada 1190 pria dan 751 wanita dari Baltimore Longitudinal Study of Aging, wanita dengan BMI rendah memiliki peningkatan risiko kematian. “Itulah kemungkinan alasan mengapa beberapa ilmuwan berpikir mempertahankan BMI yang lebih tinggi belum tentu buruk seiring bertambahnya usia,” menurut NIA.

6. Pemeriksaan Medis

Pendekatan penting lainnya untuk hidup sehat adalah dengan mengenal tubuh Anda secara rutin. Ikuti pemeriksaan kesehatan rutin secara berkala. Catat apa pun yang disarankan dan direkomendasikan oleh dokter Anda dan ikuti dengan rajin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.