Kesalahan Mengaplikasian Pelembap yang Bisa Membuat Kulit Kering

Hidrasi yang tepat sangat penting dalam perawatan kulit. Tanpanya, kulit bisa jadi kering, gatal, kusam, dan membuat tidak nyaman. Namun, banyak orang yang melakukan kesalahan ketika menghidrasi. Sudah mengaplikasikan pelembap dan serum asam hialuronat di malam hari, tapi bangun dengan kulit kering.

Dilansir dari Mind Body Green, berikut tiga kesalahan mengaplikasikan pelembap dan serum untuk menghidrasi kulit dan cara memperbaikinya.

1. Mengabaikan hidrasi di seluruh tubuh

Banyak orang yang dengan susah payah merawat kulit wajah, tapi lalai dalam perawatan tubuh. Itu karena dalam industri kecantikan, sebagian besar fokus tertuju pada wajah mengingat bagian tersebut paling terlihat dan sering kali lebih sensitif daripada area tubuh lainnya.

Jadi, mulailah memperhatikan kulit tubuh lainnya. Sama dengan wajah, kulit area tubuh lainnya juga membutuhkan pelembap. Banyak losion tubuh dengan bahan dasar yang menghidrasi yang memadukan lidah buaya, shea butter, minyak biji kelor, minyak oat, dan minyak kelapa.

2. Mandi atau cuci muka dengan air panas

Mandi uap mungkin terasa menyenangkan pada saat itu, tetapi itu tidak bermanfaat pada penghalang kulit. “Air panas menguap lebih cepat,” kata dokter kulit bersertifikat Purvisha Patel. Jika air menguap dari kulit sebelum mengaplikasikan pelembap, kulit akan lebih kering dari sebelumnya. Air panas juga memiliki kemampuan untuk menghilangkan minyak dan lipid alami dari kulit, merusak penghalang kulit, dan dapat menyebabkan kulit pecah-pecah dan gatal.

Untuk memperbaikinya, dokter kulit biasanya merekomendasikan menggunakan air suam-suam kuku saat mandi atau mencuci muka jika memang membutuhkannya.

3. Tidak mengaplikasikan pelembap pada kulit yang lembap

Dokter kulit bersertifikat Angelo Landriscina mengatakan waktu yang baik menggunakan pelembap adalah saat setelah mandi. “Humektan dalam produk (pelembap), seperti asam hialuronat dan gliserin, akan lebih mudah mempertahankan kelembapan.” Humektan menarik air dari lingkungan sekitar untuk menghidrasi kulit. Jadi, oleskan pelembap saat kulit masih lembap.

Dokter kulit bersertifikat Whitney Bowe, merekomendasikan menunggu tidak lebih dari dua menit sehabis mandi untuk mengoleskan pelembap. Setelah dibersihkan, cukup tepuk-tepuk kulit dengan handuk sampai lembab (tidak sampai benar-benar kering), lalu oleskan krim berisi humektan untuk mengunci hidrasi.

Tiga kesalahan menggunakan pelembap di atas mungkin tampak sederhana, tetapi itu bisa membuat kulit kering yang menghilangkan cahaya alaminya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *