Rachmat Gobel Khawatir BUMN Mati Karena Kalah Bersaing dengan Perusahaan Luar

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Rachmat Gobel menyebut pemerintah semestinya menambah lagi suntikan modal untuk Badan Usaha Milik Negara atau BUMN. Pasalnya, dana Penyertaan Modal Negara atau PMN yang disepakati bersama DPR sebesar Rp 110,5 triliun untuk 2021 dan 2022 belum menyelesaikan persoalan perusahaan pelat merah.

“Karena di satu sisi ada penugasan, di satu sisi ada beban yang ditanggung BUMN. Sehingga saya punya kekhawatiran BUMN ini akan mati besok, ya kemungkinan karena akan kalah bersaing dengan perusahaan dari luar,” tutur Rachmat Gobel dalam rapat Komisi Keuangan DPR bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Rabu, 15 Desember 2021.

Gobel mewanti-wanti agar jangan sampai ketidakmampuan karena penugasan, lalu manajemen BUMN tidak kuat, lantas investor asing masuk. “Investor asing masuk yang akan mengambil menguasai BUMN strategis kita. Ini yang saya khawatirkan.”

Terlebih dengan berbagai cerita yang ia amati, Gobel mengatakan pemerintah harus mencermati situasi BUMN saat ini yang di satu sisi ada penugasan dan sisi lain harus diperkuat.

Dalam kesempatan itu, Gobel juga mempertanyakan dampak dari dana PMN yang diberikan selama ini dalam mendorong investasi di dalam negeri. Pasalnya, ia melihat banyak perusahaan pelat merah banyak menggunakan produk luar negeri.

12 Selanjutnya

“Ada lapangan kerja tapi masih belum sinergi dengan keinginan meningkatkan TKDN. Tidak sedikit barang impor yang saya perhatikan masih pake menggunakan produk impor luar negeri,” ujar dua,

Gobel mengatakan pemerintah harus memberi target TKDN kepada program-program BUMN. “Bila tidak sia-sia pemerintah memberi insentif buat investor.”

Sebelumnya, Komisi Keuangan DPR menyepakati penanaman modal negara atau PMN total senilai Rp110,5 triliun bagi sejumlah BUMN. Jumlah itu terdiri dari susulan PMN untuk tahun ini dan alokasi suntikan modal untuk tahun depan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Dito Ganinduto dalam rapat kerja dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait Pengambilan Keputusan Tahapan PMN 2021 dan 2022.

Setelah melewati berbagai pembahasan, baik dengan Menkeu maupun seluruh BUMN terkait, Komisi XI DPR menyepakati suntikan modal negara dengan total Rp 110,5 triliun. Jumlah itu terdiri dari susulan PMN Rp 43,2 triliun pada tahun ini dan alokasi PMN Rp 67,3 triliun pada 2022.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.