Terkini Bisnis: Luhut soal Vaksin Booster dan Cadangan Migas di Laut Natuna

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Sabtu siang, 4 Desember 2021, dimulai dari pernyataan Menteri Luhut soal vaksin booster yang akan digelar mulai awal tahun depan.

Berikutnya ada berita tentang jebloknya IHSG kemarin dan cadangan migas di Laut Natuna Utara. Lalu ada berita tentang persaingan dengan Gojek usai Grab IPO di AS dan buruh kecewa dengan kenaikan UMK 38 kota dan kabupaten di Jawa Timur.

Kelima berita tersebut terpantau paling banyak diakses para pembaca kanal Ekonomi dan Bisnis. Berikut rangkuman dari lima berita trending tersebut.

1. Luhut Soal Vaksin Booster Mulai Tahun 2022: 100 Juta Orang Gratis, Lainnya Bayar

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan program vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau vaksin booster akan berjalan paralel di semua provinsi di Tanah Air mulai Januari 2022. Ia menyebutkan tidak ada wilayah tertentu yang jadi prioritas dalam pelaksanaan program tersebut.

“Nggak ada provinsi (prioritas), langsung paralel semuanya,” kata Luhut usai membuka Health Business Gathering 2021 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat, 3 Desember 2021.

Adapun vaksin Covid-19 penguat itu akan diperoleh sebagian masyarakat Indonesia secara gratis dan sebagian lagi berbayar. “Rakyat kita kelas bawah tidak bayar atau gratis, itu kira-kira 100 juta orang. Yang lainnya bayar. Saya pasti bayar, lah,” ucapnya.

Simak lebih jauh soal vaksin booster di sini.

123 Selanjutnya

2. IHSG Kembali Ditutup Melemah, Saham BBCA Paling Banyak Dilepas Asing

Indeks harga saham gabungan atau IHSG jatuh 0,69 persen atau 45,31 poin ke 6.538,50 pada akhir pekan ini, Jumat, 3 Desember 2021. Sepanjang hari ini, IHSG bergerak dalam rentang 6.536,90-6.600,16. Kapitalisasi pasar bursa parkir di level Rp 8.127,98 triliun.

Sebanyak 233 saham hijau, 284 saham merah dan 144 saham stagnan pada akhir perdagangan. Investor asing pun membukukan aksi jual bersih Rp 516,85 miliar.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang paling dilepas asing senilai Rp 89,9 miliar, diikuti saham PT Semen Indonesia Tbk. (SMGR) yang diobral Rp 58 miliar dan saham PT Astra Internationl Tbk. (ASII) dijual Rp 32,4 miliar.

Simak lebih jauh soal IHSG di sini.

3. Melihat Cadangan Migas di Laut Natuna Utara di Tengah Adu Klaim RI – Cina

Cina meminta Indonesia menyetop pengeboran minyak dan gas (migas) di Laut Natuna Utara—dulu Laut Cina Selatan. Permintaan ini bermula dari klaim Negeri Tirai Bambu terhadap wilayah sembilan garis putus-putus atau Nine Dash Line yang masih menjadi polemik.

Salah satu surat dari diplomat Cina kepada Kementerian Luar Negeri meminta Indonesia menghentikan pengeboran di rig lepas pantai karena berada di wilayah negaranya. Protes Cina terhadap pengeboran di Laut Natuna itu sudah berlangsung lama.

Hak kelola salah satu lapangan gas alam di Natuna, seperti East Natuna, kini berada di tangan PT Pertamina (Persero). Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Rahdi, mengatakan Pertamina tetap melanjutkan pengeboran di wilayah tersebut kendati ada permintaan dari Cina.

Simak lebih jauh soal Laut Natuna Utara di sini.

Sebelumnya 123 Selanjutnya

4. Persaingan dengan Gojek usai Grab IPO di Amerika Serikat

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menilai penawaran saham (initial public offering/IPO) Grab di bursa Amerika Serikat (AS) membuat raksasa teknologi asal Singapura itu lebih unggul dibandingkan kompetitornya, Gojek.

“Soal IPO, Grab tampaknya lebih unggul karena lebih dulu. Meski dalam hal merger ke pemain bisnis lain seperti e-commerce Gojek dan Tokopedia agak tertinggal atau belum sebagai langkah bisnis,” kata Heru kepada Bisnis, Jumat, 3 Desember 2021.

Menurut Heru, persaingan ride hailing di Indonesia terkonsentrasi pada dua pemain utama tersebut. Antara Grab dan Gojek saling berkejaran dan menduplikasi, baik layanan maupun strategi bisnis.

Simak lebih jauh soal Gojek di sini.

5. Khofifah Ketok UMK 38 Kota Kabupaten, Buruh: Kenaikan Tak Sesuai Kebutuhan Riil

Kalangan pekerja dan buruh yang tergabung dalam Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) tegas menolak keputusan pemerintah daerah soal upah minimum kota/kabupaten (UMK) di Jawa Timur yang berlaku tahun 2022. Pasalnya, kenaikan upah minimum tersebut dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.

Sekjen Komite Pusat SPBI, Fatkhul Khoir, mengatakan penetapan UMK 2022 yang mengacu pada PP No. 36 Tahun 2021 itu secara riil akan memberatkan masyarakat. Sebab, harga sejumlah kebutuhan pokok terus naik.

“Pada prinsipnya kita menolak kenaikan itu karena tidak sesuai kebutuhan riil. Upah itu kan masuk dalam kategori yang terdampak luas pada masyarakat, kalau kenaikan segitu secara riil memberatkan karena tingkat kebutuhan pokok terus naik,” kata Fatkhul, Rabu, 1 Desember 2021.

Simak lebih jauh soal UMK di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *