Tips agar Anak Tidak Takut Jarum Suntik saat Vaksinasi Covid-19

Vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun sudah dimulai sejak 14 Desember 2021. Sasarannya ada sekitar 26,5 juta anak di seluruh Indonesia. Faktanya, melakukan vaksinasi anak tidak semudah orang dewasa karena banyak anak yang takut jarum.

Dua pakar membagikan tips untuk membantu mempersiapkan anak melakukan vaksinasi agar jarum suntik tidak lagi begitu menakutkan bagi mereka.

1. Tunjukkan empati

Takut jarum suntik adalah hal yang normal bagi anak-anak bahkan orang dewasa. Ketika melihat ketakutan ini sudah menjadi fobia, beri dukungan tinggi dengan menunjukkan empati.

“Pengalaman masa kecil dengan prosedur jarum yang menakutkan dan menyakitkan sebenarnya dapat menyebabkan penghindaran perawatan kesehatan rutin, seperti vaksinasi dan pengambilan darah rutin pada masa remaja dan dewasa,” kata Joanna Patten, psikolog anak di Rumah Sakit Anak Seattle, Amerika Serikat. Dia merekomendasikan pendekatan empati langsung, daripada berharap anak-anak menghilangkan ketakutan mereka seiring dengan pertumbuhan mereka.

2. Jelaskan rasa sakitnya

Jujur pada anak bahwa akan ada sedikit rasa sakit saat disuntik. Menutupi rasa sakit akibat jarum suntik hanya akan menyebabkan anak-anak kehilangan kepercayaan pada orang tua tentang prosedur medis berikutnya.

Rebecca Carter, Asisten Profesor Pediatri di Fakultas Kedokteran Universitas Maryland, Amerika Serikat, merekomendasikan untuk mengatakan bahwa meski suntikan mungkin menyakitkan, itu hanya akan berlangsung beberapa detik. Beri gambaran sejauh mana rasa sakitnya, misalnya tidak lebih sakit daripada dicubit atau seperti jatuh di taman bermain.

3. Bermain peran

Ajak anak bermain dokter-dokteran dan memberi suntikan. Itu membantu menghilangkan ketakutan mereka. Untuk anak-anak yang lebih kecil, bermain peran bisa menjadi langkah awal yang baik untuk membantu mereka merasa lebih percaya diri dan terkendali saat mendapatkan vaksin.

Tamar Chansky, seorang dokter anak di Amerika Serikat, mengatakan bahwa bermain peran tidak hanya akan membantu mengurangi ketakutan anak, tapi juga mencari tahu pemicunya.

“Lakukan bergiliran. Ketika Anda jadi pasien, itu akan membantu mereka merasa memegang kendali dan membantu mereka melewati pengalaman itu sehingga mereka merasa lebih aman,” kata dia. Saat orang tua menjadi dokter, alihkan perhatian mereka dengan memberi permen, buku, atau mengajarkan bernapas dalam. “Ini pada dasarnya adalah latihan yang membawa mereka melalui segala macam strategi menenangkan untuk mempersiapkan hari besar,” kata Chansky.

4. Vaksinasi di tempat yang sudah dikenal

Ajak mereka melakukan vaksinasi di tempat yang sudah biasa datangi, misalnya sekolah atau rumah sakit yang biasa didatangi. Jika perlu, lakukan dengan orang yang sudah akrab dengannya. “Kami melihat beberapa anak sedikit lebih takut di sekitar orang asing,” kata Carter.

5. Buat jadwal yang pas

Ahli menyarankan membawa anak untuk vaksinasi ketika stres rendah, jangan pula terburu-buru. Sebab, stres yang dirasakan orang tua juga akan mempengaruhi anak.

6. Bawa barang penyemangat

Banyak alat dan strategi untuk membantu menenangkan anak. Patten juga merekomendasikan bicara dengan dokter atau perawat tentang kecemasan anak dan mencari tahu strategi untuk membantu mengatasinya. Jika perlu, dorong anak untuk untuk mengatakan kepada dokter apa yang mereka butuhkan agar merasa nyaman dengan prosedur ini.

“Beberapa anak menikmati kesempatan untuk mengadvokasi diri mereka sendiri dan preferensi koping dan manajemen nyeri mereka,” kata Patten.

7. Rayakan sesudahnya

Chansky mengatakan kesuksesan vaksinasi Covid-19 bagi anak adalah sesuatu yang bisa dirayakan meski prosesnya tidak berjalan mulus. Ini penting untuk mempersiapkan anak menghadapi dosis berikutnya. “Tunjukkan kepada mereka betapa bangganya Anda dan jangan malu untuk mengatakan bahwa mereka melakukan hal yang sangat baik untuk komunitas dengan menjaga diri mereka tetap aman dan membantu menjaga orang lain tetap aman,” kata Chansky.

#pakaimasker #jagajarak #cucitanganpakaisabun #hindarikerumunan #vaksinasicovid-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.